Thursday, April 27, 2017
Catatan Sahabat: 10 Tahun RTJ
Tidak ada anak-anak dan remaja yang berkeinginan menghabiskan salah satu masa pertumbuhannya di lembaga pemasyarakatan (LAPAS). Tetapi, karena satu dan lain hal, sebagian kawan-kawan terpaksa menjalaninya. Setelah bebas menghirup udara segar, tak mudah juga untuk kembali kepada kehidupan biasa. Stempel sebagai mantan anak LAPAS tak pernah hilang. Tetapi, hal ini bukan kiamat. Kawan-kawan Komunitas Rtj membuktikannya.
Dengan penuh cinta, kehidupan di dalam dan di luar LAPAS dihadapi dengan asyik. Seperti yang disampaikan oleh Gus Irwan Masduqi, "Cinta kemanusiaan itu dasarnya aynu rohmah, di mana seseorang melihat apapun dengan kacamata kasih sayang. Bahkan melihat pendosa juga dengan kasih". Dan, masih menurut Gus Irwan, "... untuk meredam teologi kebencian, kita butuh teulujia naz'ah ansanah, yakni teologi yang berorientasi pada humanisme cinta kemanusiaan".
Ya, saya sepakat, bahwa segalanya memang tentang dan untuk kemanusiaan. Saya bangga menjadi bagian kecil dari Komunitas Rumah Tanpa Jendela yang digawangi oleh seniman cum pekerja sosial budayaRahman Seblat dan kawan-kawan lainnya yang terus berjuang sampai detik ini.
Tabik.
Tomy Widiyatno Taslim
Sutradara/ Pekerja SeniFriday, March 25, 2016
Alur kegiatan program peduli, di Lapas/LPKA Salemba
Begini kira-kira alur kegiatan komunitas RTJ dan PKBI di LPKA (lapas) Salemba dalam program Inklusi Sosial untuk Andik (Anak didik, sebutan untuk narapidana anak) dlm bentuk novis (Notulensi Visual),
Selain pendampingan di dalam penjara, ada juga kegiatan penjangkauan dalam bentuk kunjungan keluarga yang dilakukan oleh PKBI DKI. Menemui keluarga narapidana anak, membicarakan masalah anak yang sedang bermasalah dengan hukum tersebut, sehingga ada solusi kongkrit. Selain itu ada juga kegiatan temu keluarga, dengan harapan hubungan anak dan keluarga membaik, sampai saat bebas nanti mereka bisa kembali lagi ke tengah keluarga, dengan penerimaan yang baik dari lingkungan terdekat sampai lingkungan tetangga dimana dia tinggal, Sehingga tidak ada kasus anak lari dari rumah mencari perhatian dari orang yang tidak tepat, lalu mengulang kesalahannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


